Perlu Sabar Setiap Waktu

April 07, 2011

Share Count

Sabar... satu perkataan ringkas yang memberi dampak yang besar pada diri manusia. Sifat sabar ini berjaya 'memandu' tindakan manusia dalam kehidupan seharian. Adanya sifat sabar ini membolehkan ramai manusia hidup dalam keadaan aman damai seperti sekarang.
Dengan sifat sabar ini, seorang guru mampu terus menjadi seorang guru walaupun berhadapan dengan ragam pelajar yang bermacam-macam karenah.
Dengan sifat sabar ini, seorang ibu mampu membesarkan anak-anak yang ramai walaupun ketika kecil, anak-anak biasanya sangat nakal dan tidak mendengar kata kerana mereka masih tidak mengerti kata-kata ibunya.
Dengan sifat sabar ini, hubungan persahabatan terus berkekalan walaupun kadang-kadang dalam bersahabat, kita selalu diuji dengan sikap rakan yang mengundang rasa kecil hati.
Dengan sifat sabar ini, ramai manusia telah berjaya menjadi orang hebat kerana berjaya melalui pelbagai kesusahan ketika menuntut ilmu.
Dengan sifat sabar ini juga, suami dan isteri terus bahagia menjalani kehidupan walaupun setiap pasangan biasanya akan diuji sepanjang berada di alam rumah tangga. Kata orang, 'sedangkan lidah lagikan tergigit, inikan pula suami isteri'.
Cuba kita bayangkan situasi dimana sifat sabar ini sudah tidak ada langsung dalam diri manusia, walaupun sekelumit.

Tanpa sifat sabar, bilangan guru akan berkurang kerana ramai orang yang tidak sanggup lagi menjadi guru untuk melayan karenah pelajar yang kadang-kadang mengundang rasa marah dan sedih di hati.
Tanpa sifat sabar, anak-anak kecil akan membesar dalam keadaan yang tegang tanpa kasih sayang kerana tidak ada lagi sifat sabar dalam diri ibu bapa dalam sepanjang membesarkan anak-anak kecil yang masih tidak mengerti.
Tanpa sifat sabar, hubungan persahabatan tidak lagi seindah yang dirasakan sekarang kerana setiap orang tidak dapat bersabar lagi dengan sikap rakan masing-masing dan tiada lagi sifat sabar dalam diri yang mendidik hati berlapang dada dan saling memaafkan.
Tanpa sifat sabar, tiada lagi lahirnya orang-orang hebat kerana semua orang tidak sanggup menghadapi kesukaran ketika belajar dan berputus asa saat-saat diuji dengan kesukaran.
Tanpa sifat sabar, alam rumah tangga tidak akan bertahan lama kerana tiada lagi sifat sabar dalam diri pasangan masing-masing untuk bertolak ansur antara satu sama lain.
Firman Allah S.W.T yang bermaksud:
Maka bersabarlah (wahai Muhammad terhadap ejekan golongan yang kafir itu), dengan cara kesabaran yang sebaik-baiknya. (Surah Al-Ma'aarij:ayat 5)
Ya, saya suka ayat ini. Ketika sedang menahan marah dan menahan sedih, ayat ini benar-benar memberi motivasi kepada saya. Bagaimana Allah memerintahkan kita untuk bersabar, malah bersabar dengan kesabaran yang baik.
Sememangnya dirasakan sabar ini merupakan sesuatu yang sangat perit sehingga kadang-kadang hati kita mengeluh.
" Asyik sabar je, penat dah sabar ni!"
Kita tidak perlu fikirkan lagi, mengapa kita bersabar dan berapa kali kita bersabar dalam hidup ini kerana saya ingin mengajak anda melihat apa yang dapat kita peroleh dari sifat sabar ini.
Apabila kita bersabar, kita sebenarnya dianugerahkan satu rasa yang tidak semua orang mampu merasainya, iaitu rasa ketenangan. Ketenangan ini bukan semua orang mampu merasainya melainkan orang-orang yang menjalani kehidupan mengikut apa yang Islam anjurkan. Percayalah dengan sifat sabar ini, dalam keadaan tidak sedar kita telah menyelamatkan banyak hubungan persahabatan daripada terputus, dengan sifat sabar ini kita boleh hidup aman damai seperti sekarang, dengan sifat sabar ini kita menjadi dewasa sehingga kini. Lihatlah betapa besarnya impak sabar untuk menjadi kehidupan harmoni.
Untuk anda yang sedang diuji, dalam hati ini hanya ada dua pilihan, sama ada nafsu ataupun iman. Jika menang nafsu, maka kalahlah iman, jika menang iman maka musnahlah nafsu. Kita yang perlu menilai dan memilih. Apabila diuji, kita mahu memilih nafsu untuk terus marah, atau kita memilih pilihan yang paling tepat iaitu iman dan sabar. Lihat pada impaknya, jika kita memilih untuk marah, hati kita akan dikuasai rasa marah yang menghilangkan rasa tenang, malah boleh jadi kita bertindak diluar batas fikiran kita yang akhirnya memberi kesan negatif pada kehidupan kita ketika itu. Namun, jika kita memilih untuk bersabar, insyaAllah kita diberi ketenangan untuk membantu kita mengambil tindakan yang tidak memburukkan lagi keadaan.
Saya bagi satu contoh yang mudah. Ditakdirkan anda terpaksa menjalani kehidupan dengan seorang rakan yang sangat pentingkan diri sendiri. Setiap tindakannya pasti memberi kebaikan pada dirinya dan kita sentiasa menjadi mangsanya. Setiap perbuatan dan kata-katanya sentiasa membuat kita berkecil hati. Disini, anda hanya ada dua pilihan, memilih untuk terus bersabar dan bertahan sepanjang anda menjalani kehidupan dengannya, atau anda memilih untuk bermasam muka dengannya akibat sakit hati yang menguasai diri. Jika anda memilih untuk bersabar, anda mampu menjaga keharmonian persahabatan dengannya, namun jika anda memilih untuk bermasam muka, pastinya memberi kesan yang tidak baik dalam hubungan persahabatan itu sendiri.
Namun sahabat, perlulah kita ingat bahawa kita ini manusia, kita bukan malaikat untuk terus menjadi sempurna di mata orang lain. Sabar manusia itu ada juga batasnya dan kadang-kadang orang yang paling banyak bersabar, sekali dia 'meletup' huru-hara jadinya. Oleh itu, perlunya fungsi kita meletakkan diri kita ditempat orang lain. Malah jika kita jenis yang pentingkan diri sekalipun, sebelum bertindak, kita perlu berfikir bagaimana rasanya jika kita berada ditempat orang yang teraniaya itu.
Sebelum kita bunuh orang, cuba kita bayangkan diri kita menjadi orang yang dibunuh itu.
Sebelum kita melemparkan kata-kata yang mampu mengguris hati orang lain, cuba bayangkan diri kita yang dilemparkan kata-kata itu.
Jika kita mampu meletakkan diri kita ditempat orang lain, saya yakin manusia tidak akan menzalimi sesama manusia lagi.
Sabar itu bukan perlu pada waktu-waktu tertentu saja, tetapi ia perlu setiap masa dan dimana juga karena hidup kita tidak pernah lari dari diuji dengan pelbagai jenis dan bentuk ujian. Teruskan langkah dalam kehidupan ini tanpa menoleh ke belakang lagi, kerana di depan sana ada syurga menanti kita. Cubalah memahami untuk diri kita difahami, cubalah bertolak-ansur, supaya orang lain juga mudah bertolak ansur dengan kita. Janganlah sentiasa mencari salah orang lain, supaya orang lain tidak mencari salah kita. Nasihat ini untuk diri saya sendiri, dan juga untuk kamu wahai sahabat.


Referensi : Iluvislam.com

emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon
:1: :2: :3: :4: :5: :6: :7: :8: :9: :10:
emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon
:11: :12: :13: :14: :15: :16: :17: :18: :19: :20:
Untuk memasukan icon² di atas, cukup memasukan kode dibawah icon tersebut misal:
:4:
ke dalam frame komentar di bawah ini.
Terimakasih, Selamat berkomentar

Leave a Reply

"Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal." (Imam Al Ghazali)

"Kadang apa yang dihadapkan itu hanya ingin sebuah mimpi ,dan apa yang ada di angan dan mimpi itu ingin berjalan nyata ,.namun nyata nya di hadapan itulah jalan dimana tidak terulang kembali"

"Putarlah roda hidupmu dan jangan pernah berhenti, karena pada saat rodamu berputar belum tentu roda hidup orang lain ikut berputar, dan pada saat roda hidupmu berhenti belum tentu roda hidup orang lain pun ikut berhenti"

"Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang disekelilingmu tersenyum – jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang disekelilingmu menangis."

"Adanya tangisan bukan berarti ada kesedihan atau penyesalan ,namun rasa senang atau gembira kadang menyelimuti tangisan itu"

"Jangan tertarik kepada seseorang hanya karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik hanya kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu."

"Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan." (Ibnu Mas’ud)

"Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya." (Johann Wolfgang von Goethe)

"Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka."

"Waktu akan berlari apabila Anda berlari ,waktu akan berjalan apabila Anda berjalan ,.tapi waktu akan tetap berlari jika Anda diam disini"

"Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis; dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum." (Mahatma Gandhi)

"Seseorang akan merasa bersalah apabila kesalahan itu tidak muncul lagi dalam dirinya"

""Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya."

"Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk." (Imam An Nawawi)

"Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak." (Khalifah ‘Ali)

"Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah." (Ibnu Mas’ud)

"Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar." (Khalifah ‘Umar)

"Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu." (Khalifah ‘Ali)

"Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku." (Khalifah ‘Umar)

"Orang yang paling dekat dengan Allah ialah yang memulai memberi salam." (Abu Dawud)

"Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Kamu tidak dapat masuk surga kecuali harus beriman dan tidak beriman kecuali harus saling menyayangi. Maukah aku tunjukkan sesuatu bila kamu lakukan niscaya kamu saling berkasih sayang? Sebarkan salam di antara kamu." (HR. Muslim)

"Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, jenazah orang kafir berlalu di hadapan kami, apakah kami perlu berdiri?" Nabi Saw segera menjawab, "Ya, berdirilah. Sesungguhnya kamu berdiri bukanlah untuk menghormati mayitnya, tetapi menghormati yang merenggut nyawa-nyawa." " (HR. Ahmad)

"Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merahasiakan dari yang lain. Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah 'Azza wajalla maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa do'amu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan do'a orang yang hatinya lalai dan lengah." (HR. Ahmad)

"Niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya." (HR. Al-Baihaqi dan Ar-Rabii')

"Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka dia kafir terang-terangan." (HR. Ahmad)

"Barangsiapa lupa shalat atau ketiduran maka tebusannya ialah melakukannya pada saat dia ingat." (HR. Ahmad)

"Rapikan barisanmu, sesungguhnya merapikan barisan termasuk mendirikan shalat." (HR. Ibnu Hibban)

"Hati manusia kadangkala maju dan kadangkala mundur. Apabila sedang mengalami kemajuan shalatlah nawafil (sunah ba'diyah, qobliyah dan tahajjud) dan bila sedang mengalami kemunduran shalatlah yang fardhu-fardhu saja (lima waktu)." (Ath-Thahawi)

"Barangsiapa menerima suatu kebajikan lalu berkata kepada pemberinya ucapan "Jazakallahu khairon" (semoga Allah membalas anda dengan kebaikan) maka sesungguhnya dia sudah berlebih-lebihan dalam berterima kasih." (HR. Tirmidzi dan An-Nasaa'i)

"Aku dan dunia ibarat orang dalam perjalanan menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah pohon untuk beristirahat dan setelah itu meninggalkannya." (HR. Ibnu Majah)

"Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga." (HR. Muslim)

"Apabila seorang datang langsung berbicara sebelum memberi salam maka janganlah dijawab." (HR. Ad-Dainuri dan Tirmidzi)

"Senyummu ke wajah saudaramu adalah sodaqoh." (Mashabih Assunnah)

"Seseorang adalah sejalan dan sealiran dengan kawan akrabnya, maka hendaklah kamu berhati-hati dalam memilih kawan pendamping." (HR. Ahmad)

"Belalah (tolonglah) kawanmu baik dia zalim maupun dizalimi. Apabila dia zalim, cegahlah dia dari perbuatannya dan bila dia dizalimi upayakanlah agar dia dimenangkan (dibela)." (HR. Bukhari)

"Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah benda (perhiasan) dan sebaik-baik benda (perhiasan) adalah wanita (isteri) yang sholehah." (HR. Muslim)

"Barangsiapa berjabatan tangan dengan perempuan yang bukan mahramnya maka dia dimurkai Allah Azza wajalla." (HR.Ibnu Baabawih)

"Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua." (HR. Al Hakim)

"Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar." (HR. Al Hakim)

"Barangsiapa mengutamakan kecintaan Allah atas kecintaan manusia maka Allah akan melindunginya dari beban gangguan manusia." (HR. Ad-Dailami)

"Diam (tidak bicara) adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya." (HR. Ibnu Hibban)

"Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah)." (HR. Ath-Thabrani)

"Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah." (HR. Al-Baihaqi)

"Ambillah kesempatan lima sebelum lima: mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum melarat, hidupmu sebelum mati, dan senggangmu sebelum sibuk." (HR. Al Hakim dan Al-Baihaqi)